Eden Hazard menjalani laga pertamanya sebagai pemain Real Madrid pada tur pramusim kali ini. Hazard mengaku ingin membuat kesan pertama yang spesial di musim pertamanya bersama Los Blancos.

Pada Minggu (21/7) pagi WIB, Los Blancos bakal menghadapi Bayern Munchen pada laga pramusim bertajuk International Champions Cup (ICC). Laga itu merupakan laga pertama Madrid di pramusim kali ini, juga laga debut Hazard.

Ya, meski pun hanya laga uji coba, mantan pemain Chelsea itu tidak mau setengah-setengah hanya karena laga uji coba. Hazard berjanji bakal memberikan permainan terbaiknya jika diberi kesempatan oleh pelatih.

"Memang hanya laga uji coba, tetapi bagi saya itu bakal jadi debut pertama saya bersama Real Madrid, jadi tentu saja saya ingin membuat semua orang terkesan: baik rekan setim saya, bos, fans, jadi saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik," tegas Hazard.

Hazard bakal menjadi idola baru fans Real Madrid. Dia juga mengatakan tidak akan menggantikan peran Cristiano Ronaldo. Hazard lebih memilih melakukan dengan caranya sendiri untuk membantu tim.

"Saya senang bermain dengan bebas, terkadang itu sulit dalam sepak bola, tetapi saya adalah tipe pemain yang jika tidak bermain bebas, segalanya jadi buruk," lanjutnya.

Lebih lanjut, Hazard juga mengaku siap dimainkan di posisi mana pun. Baginya, sepak bola bukan hanya soal taktik, dan teknik saja melainkan juga soal naluri.

Gaya Permainan

Hazard patut dipertimbangkan sebagai salah satu dari top 3 atau top 5 pemain terbaik di dunia saat ini. Dia memang belum mencapai level Messi atau Ronaldo, tetapi jelas dia sedang menuju ke sana dan ingin menjadi seperti mereka.

Permainan Hazard selalu mengundang decak kagum bagi yang menontonnya. Dia yang doyan menggiring bola - yang seakan-akan bolanya lengket di kakinya. Uniknya, aksi-aksi hebatnya itu dia lakukan begitu saja, tanpa terlalu banyak berpikir resikonya.

"Saya sangat senang bermain di sisi kanan, lalu di sayap kiri, terkadang di tengah, saya bermain menggunakan insting dan naruli saya," serunya.

"Itulah arti sepak bola bagi saya - insting dan naruli. Saya tidak benar-benar memikirkan setiap langkah yang akan saya buat, saya membuat keputusan setiap detik," tutupnya.