Perubahan iklim adalah masalah serius yang mengancam kehidupan manusia di Bumi. Tetapi saat Anda datang ke hutan di Colorado, Anda akan sejenak mengagumi efek perubahan iklim di hutan tersebut.

Bunga berwarna ungu terlihat mekar di kanopi hutan Barro Panama di Pulau Colorado. Menurut peneliti, pemandangan ini disebabkan karena jumlah karbon dioksida yang meningkat serta suhu hutan yang memanas di hutan itu. 

Stephanie Pau, peneliti dari Florida State University, tidak menduga ternyata ada hubungan antara jumlah karbon dioksida dengan mekarnya bunga di kanopi. "Ini benar-benar luar biasa," kata Pau.

"Selama beberapa dekade terakhir, kami telah melihat pemanasan suhu dan peningkatan karbon dioksida, dan studi kami menemukan bahwa hutan tropis ini telah merespons kenaikan tersebut dengan menghasilkan lebih banyak bunga," katanya, dikutip dari BigThink, Sabtu (20/1/2018).

Pau bersama timnya menganalisis data yang dikumpulkan selama 28 tahun tentang hutan tropis itu. Peneliti menganalisis tentang curah hujan, perubahan suhu, cahaya dan efek kandungan karbon dioksida terhadap bunga di hutan.

" Karbon dioksida di atmosfer jelas memiliki efek terbesar pada peningkatan bunga," ujar Pau di makalah yang dimuat di Jurnal Global Change Biology.

Tanaman menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan mengubahnya menjadi energi dari gula yang mendorong proses kehidupan vital.

Lebih banyak karbon dioksida berarti lebih banyak energi yang digunakan untuk aktivitas reproduksi yang lebih banyak.

Tak semua dampak perubahan iklim secantik ini. Di belahan dunia lain, perubahan iklim mengakibatkan fenomena kekeringan dan meningkatnya curah hujan sehingga meningkatkan bencana.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa jumlah karbon dioksida di atmosfer planet kita tumbuh cepat hingga tingkat yang tidak terlihat dalam jutaan tahun.

Konsentrasi karbon dioksida karerna efek gas rumah kaca buatan manusia, sudah mencapai 403,3 bagian per juta (ppm) pada tahun 2016, meningkat dari 400,0 pada tahun 2015. Data tersebut dilaporkan oleh U.N. World Meteorological Organization.

NASA juga menunjukkan kenaikan karbon dioksida di planet Bumi. 97% ilmuwan perubahan iklim adalah aktivitas buatan manusia dari pertengahan abad ke 20 hinga sekarang:

Menurut NASA, jumlah karbon dioksida sekarang 45% lebih banyak daripada di tingkat pra-industri dan hampir dua kali lipat tingkat selama siklus zaman es yang diikuti oleh periode yang lebih hangat.