Penampilan apik winger Manchester United, Daniel James sejak awal musim ini sempat membuat Solskjaer merasa khawatir.

James sendiri di datangkan dengan maksud untuk memperkuat sektor sayap Setan Merah. Kemampuan terbaik James adalah kecepatan dan keberaniannya untuk menggiring bola. Dia memiliki sentuhan spesial yang bisa mengubah jalannya pertandingan. 3 gol dalam 4 pertandingan bersama MU sudah cukup menjadi bukti awal.

Performa apik James kemudian berlanjut di ajang internasional. Dia berlanjut mencetak gol bersama timnas Wales. Gol-gol James juga masuk dalam kategori gol indah.

Meski demikian, James bisa jadi menimbulkan masalah baru. Mengapa demikain?

Masalah yang ditimbulkan James ini karena pada pertandingan terbaiknya untuk MU dan Wales, dia bermain apik di sisi sayap kiri, bukan sayap kanan.

Lini serang MU sudah sudah lama membutuhkan kekuatan di sayap kanan, tapi tampaknya kedatangan James tidak mengubah itu. Anthony Martial dan Marcus Rashford bisa tampil lebih baik di sisi kiri dengan menusuk kedalam untuk mencetak gol.

Terbukti pada tiga laga terakhir James (Wales vs Azerbaijan , Wales vs Belarus, dan MU vs Southampton), dia lebih sering bermain di sayap kiri. James sering membuat lawan kerepotan dengan kecepatannya di posisi ini.

Bukti kehebatan James di sisi kiri sudah bisa dilihat pada gol-gol sejauh ini. Saat melawan Chelsea, dia mencetak gol dari sisi kanan, tapi gol-gol ke gawang Crystal Palace, Southampton datang dari sisi kiri, dengan tembakan kaki kanan melengkung yang merepotkan kiper.

Tentu penampilan apik James di sayap membuat Solskjaer semakin bingung. Jika ingin memanfaatkan kemampuan James, sudah sebaliknya dia bermain di sayap kiri, tapi harus mengorbankan Marcus Rashford.